Monday, May 26, 2008

100 tahun kebangkitan bangsaku

Perayaan 100 tahun kebangkitan nasional diwarnai dengan peluncuran harga baru BBM dan pemberian santunanan buat penduduk miskin alias BLT. Sudahkah bangkit bangsa kita dalam peringatan kebangkitan nasional yang ke 100 tahun ini?...
Arti dari kebangkitan nasional dalam melawan pejajahan dahulu peminpin kita banyak ditahan karena mempertahankan idealisme kita sebagai bangsa yang berdaulat tetapi pejabat sekarang banyak yang ditahan karena mempertahankan kepentingan kelompok, partai mereka, bahkan uang, atau kepentingan asing yang membayar mereka.
Di negara tetangga kita Malaysia semua yg menyangku hajat hidup masyarakatnya dikendalikan negara dari kesehatan RS kelas III digratiskan, pendidikan gratis, harga bahan pokok diawasi negara pedagang yg menjual melebihi harga dari pemeintah dpt tindakan.
Padahal negara kita jauh lebih melimpah sumber daya alamnya.
UUD'45 kitapun dirubah demi kepentingan tertentu, yg di tuliskan yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai negara tapi kenyataannya.
Freeport di Papua dikuasai negara untuk kepentingan asing, tidak pernah ada media yang merelist hasil produksi emas,tembaga dsb dari freeport krn langsung dikapalkan ke Australia. Sementara RI tidak berani merefisi kontrak bahkan menghentikan kontrak dg freeport. Apalagi situasi politik sekarang di Papua semakin panas maka semakin seperti tergadai dg kontrak tersebut. Bisa jadi akan jadi apa Papua jika kontrak dg freeport dihentikan, kita lihat saja kasus namru II.
Tidak kalah penting dalam mewujudkan kesatuan NKRI ini adalah sistem telekomunikasi di indonesia yg mayoritas sudah dikuasai asing berawal dari di jualnya Indosat ke pihak asing dan disusul berdirinya oprator telecommunicasi baru sampai 12 oprator yg semua saham asing padahal di banyak negara hanya maksimal 3 oprator telekomunikasi.
So bukan tidak mungkin semua lalulintas pembicaraan & data kita di denger & di pantau mereka apalagi mereka menawarkan tarif murah sementara Telkom memasang tarif diatas mereka.
Demikianlah keadaan bangsa kita ini, jadi apa maka kebangkitan bangsa, bangkit untuk bangsa Indonesia atau kepentingan asing
Sudah sedemikian parahkah rasa nasionalisme bangsa ini ?... Mari kita kaji barsama

No comments: