Sunday, March 30, 2008

Reaksi International atas Film Fitna

Brdo - Uni Eropa telah menyepakati pandangan bersama mengenai film Fitna karya politikus Belanda Geert Wilders. Dalam pertemuan tak resmi di Slovenia, Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen menilai kesepakatan ini sangat memuaskan. Para menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa mendukung pandangan pemerintah Belanda tersebut. Sama seperti kabinet Belanda, mereka mengecam Fitna karena film itu menyamakan Islam dengan kekerasan. Bersamaan dengan itu mereka mengatakan hal ini tidak boleh dijadikan alasan bagi orang-orang yang merasa tersinggung akibat film tersebut untuk melakukan tindakan kekerasan atau ancaman. Para menteri itu juga menyatakan bahwa film tersebut tergolong di dalam hak untuk mengeluarkan pendapat secara bebas.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PBB Ban-ki Moon dan negara-negara Islam besar seperti Pakistan dan Indonesia melontarkan protes keras. Pemerintah Afghanistan menuntut larangan pemutaran film Geert Wilders itu di seluruh dunia. Di Malaysia, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk memboikot produk-produk Belanda. Sementara itu negara-negara Islam lainnya bereaksi tenang.

Pemimpin Agama Indonesia Prihatin Dengan Film Fitna

Jauh sebelum film Fitna buatan anggota parlemen Belanda Geert Wilders keluar, paraBalkenende pemimpin agama Indonesia sudah menulis surat kepada Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkende. Dan sebelum film itu akhirnya keluar Kamis malam lalu waktu Belanda, Perdana Menteri Balkenende menjawab surat itu, menjanjikan langkah-langkah terhadap Geert Wilders begitu ia mengumumkan filmnya. Salah satu pemimpin agama yang menerima surat jawaban dari Perdana Menteri Belanda adalah K.H. Hasyim Muzadi. Kepada Radio Nederland, ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi menjelaskan isi surat perdana menteri Belanda itu.

Surat dari kalangan agama
Hasyim Muzadi [HM]: Kita kirim surat kepada perdana menteri, bersama-sama. Jadi atas nama pimpinan Islam yang diwakili oleh NU dan Muhammadiyah lalu Monsigneur, Ketua Katholik Indonesia serta Ketua Kristen Protestan Indonesia, sama Hindu. Ini kita mengirim surat bersama-sama ke Perdana Menteri Belanda yang isinya, pertama, sangat keberatan dengan video Fitna itu, yang kedua minta dengan hormat agar pemerintah Belanda, secara maksimal mencegah diedarkannya video itu.

Supaya tidak terjadi fitnah di Indonesia dan di seluruh dunia. Karena itu bisa bertikai. Bukan hanya di Belanda tapi di seluruh dunia bahkan bisa jadi konflik antar agama. Kemudian dijawab. Isinya pertama bahwa perdana menteri sependapat dengan kami, tokoh-tokoh agama di Indonesia. Yang kedua pemerintah Belanda akan berusaha keras untuk membendung peredaran itu termasuk ke internet, lalu yang ketiga, berharap agar seluruh masyarakat dunia dari agama-agama bisa mempersatukan diri tidak melakukan konflik-konflik.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Tapi menurut Pak Hasyim Muzadi sendiri, bagaimana jawaban seperti itu pak?

HM: Ya, saya kira baguslah, artinya merespon begitu. Bahwa Belanda tidak dalam kapasitas menyetujui. Bahwa tidak bisa dicegah waktu dini, karena faktor demokrasi yang berlangsung di Negeri Belanda. Kita paham dengan itu.

RNW: Yang jadi masalah adalah bahwa kebebasan berpendapat itu, merupakan landasan bagi pembuatnya yaitu Geert Wilders. Apakah kebebasan berpendapat ini menurut pak Hasyim Muzadi layak dijadikan alasan untuk misalnya dalam hal ini menghina agama islam?

Tidak ada kebebasan mutlak
HM: Saya kira tidak layak. Karena di dunia ini, sepanjang zaman tidak ada kebebasan mutlak. Setiap kebebasan dibatasi dengan kebebasan orang lain. Kalau itu dianggap kebebasan, lalu menghina kebebasan juga orang beragama islam, kan pasti tidak logis kebebasan itu. Jadi kebebasan selalu harus dibatasi dengan kebebasan orang lain. Yang kedua kebebasan itu, tidak termasuk kebebasan untuk merusak.

RNW: Surat yang bapak kirim bersama tokoh-tokoh agama lain ke perdana menteri Belanda itu, meminta supaya pemerintah Belanda berbuat semaksimal mungkin. Apakah jawaban itu menunjukkan bahwa pemerintah Belanda sudah berbuat semaksimal mungkin pak?

HM: Paling tidak dia merasa mempersiapkan diri gitu kan. Nah, nanti kita lihat betul-betul terjadi apa tidak kan gitu. Kalau betul-betul terjadi kemudian ada ekses dari padanya tentu hukum Belanda bisa bertindak. Karena menurut penjelasan Duta Besar Belanda yang di Indonesia, hukum Belanda tidak bisa menghakimi pikiran orang yang masih dalam pikiran gitu.

RNW: Dan itu menurut bapak bisa diterima penjelasan semacam itu?

HM: Saya kira selama belum diactionkan ya, bisa diterima. Tapi kalau diactionkan ternyata membuat keributan, maka hukum harus bertindak. Baik hukum Belanda mau pun hukum internasional karena telah menciptakan kekacauan pada lingkungan masyarakat kan gitu.

RNW: Selama ini kan, NU dikenal sebagai organisasi yang moderat pak ya, tidak ikut dalam segala macam ribut-ribut bahkan anti teroris yang banyak dilakukan oleh kalangan-kalangan yang lebih fanatik. Mengapa pak Hasyim Muzadi merasa perlu untuk menulis surat semacam ini?

Langkah preventif
HM: Ya, karena itu nanti akan merangsang terorisme. Orang-orang akan menggunakan langkah Wilders itu, sebagai alasan untuk melakukan teror.

Jadi teror itu kan ada dua macam. Ada teror karena memang wacana agamanya salah, sehingga atas nama agama dia melakukan teror. Tetapi ada juga yang dia mereaksi karena serangan. Nah, kalau ini kita biarkan berarti sama artinya dengan kita mentolerir bakal terjadinya teror dimana-mana gitu.

RNW: Jadi ini semacam langkah preventif pencegahan begitu ya?

HM: Ya, langkah preventif. Ini kita juga lakukan ke Amerika bukan hanya ke Belanda. Ketika Amerika mau menyerang Irak, sudah kita ingatkan bahwa tindakan anda secara generasi ke generasi akan menimbulkan terorisme yang tidak akan ada habis-habisnya.

RNW: Tapi mengapa pak Hasyim Muzadi merasa untuk perlu menulis bersama tokoh-tokoh agama yang lain?

HM: Ya supaya di Indonesia jangan salah paham. Dikiranya itu kerjaan kristen atau kerjaan Budha atau kerjaan Katholik kan begitu. Kalau sampai orang Indonesia menganggap bahwa penghinaan itu kerjaan Kristen kan ada konflik islam-kristen di Indonesia.Tapi dengan adanya kita menolak bersama-sama, itu kan jelas bahwa semua agama menolak kalau pun ada yang melakukan itu pasti jenis atheisme, bukan isme dari agama-agama.

Sunday, March 9, 2008

Pentagon tegur peta Google





Google telah mencabut gambar-gambar lokasi yang sensitif
Departemen pertahanan Amerika Serikat melarang situs mesin pencari raksasa internet Google mengambil film di dalam pangkalan militer AS dan memperlihatkan rincian pangkalan-pangkalan tersebut.

Gambar dekat (close-up) yang diambil dari permukaan di situs-situs militer AS dilihat sebagai "kemungkinan ancaman" bagi keamanan, kata Pentagon.

Langkah ini dilakukan setelah foto-foto pangkalan angkatan darat Fort Sam Houston di Texas dimuat di situs Google Maps.

Juru bicara Google mengatakan gambar-gambar yang diprotes oleh militer AS sudah dicabut.

 Meski [Google Earth] adalah alat yang sangat berguna, harus ada keseimbangan
 
Gary Ross
Jubir militer AS

Google kini dilarang mengambil film dan melakukan studi rinci di pangkalan-pangkalan militer, setelah mesin pencari itu memperlihatkan foto bangunan pangkalan di Texas itu secara rinci.

"Gambar-gambar itu termasuk foto dengan pandangan 360 derajat yang mencakup pos pemeriksaan, palang penghalang, markas besar, fasilitas militer dan tempat kegiatan sosial," kata departemen pertahanan dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita AFP.

Pentagon mengatakan peta rinci semacam itu bisa menimbulkan ancaman keamanan.

Juru bicara Google Larry Yu mengatakan keputusan tim Google untuk masuk ke pangkalan di Texas itu dan melakukan survei terinci, adalah "kesalahan".

Dia mengatakan kepada BBC bahwa mensurvei rinci situs-situs sensitif bukan kebijakan Google.

Perorangan dan pemerintah

Para pejabat militer AS saat ini sedang meneliti gambar-gambar apa yang tersedia di dunia maya - meski mereka kemungkinan tidak dapat memerintahkan penarikan foto-foto yang diambil dari jalan umum.

Fitur Google yang populer di kalangan pengguna internet adalah pandangan dari jalan atau Street View di mana pengakses situs bisa "berkendaraan" di jalan-jalan Amerika dan Google Earth, yang memperlihatkan foto rinci satelit dan tiga dimensi (3D) dari berbagai lokasi di seluruh dunia.

Dalam kasus ini, foto yang ditawarkan Street View yang menimbulkan kekhawatiran.

Tetapi kedua layanan oleh Google tersebut juga dikecam oleh orang-orang yang ditampilkan dalam foto-foto tersebut dan oleh pemerintah yang khawatir foto satelit bisa mengancam keamanan.

Gary Ross, juru bicara Komando Utara AS, mengatakan kepada AFP bahwa meski layanan semacam itu memiliki kegunaan, "harus ada keseimbangan".

Namun Yu mengatakan Google memperhatikan kekhawatiran tentang privasi dan keamanan.

"Kami berusaha untuk menuruti kebijakan untuk mencabut gambar - tidak hanya berdasarkan permintaan militer tetapi juga konsumen," kata Yu.

"Jika ada yang khawatir, mereka harus menghubungi kami."

Thursday, March 6, 2008

TIDAK ADA YANG MAU SIARKAN FILM ANTI AL QURAN

Tidak ada lembaga penyiaran Belanda yang mau menayangkan film anti Al Quran Fitna, karya politikus ekstrem kanan Belanda Geert Wilders. Demikian dilaporkan koran de Volkskrant setelah menghubungi berbagai lembaga penyiaran publik dan komersial di Belanda. Kendala terpenting adalah tuntutan Wilders agar film yang durasinya 15 menit itu disiarkan sepenuhnya. Program televisi Netwerk dan NOVA menilai ini terlalu lama. Chanel komersial SBS dan RTL tidak berminat. Tampaknya film ini tidak bakal disiarkan secara keseluruhan. Wilders mengatakan, film itu akan ditayangkan lewat internet sebagai siaran perdana. Website tempat film itu akan dipertunjukkan sejak kemarin sudah online. Rabu lalu presiden Prancis Nicolas Sarkozy memberi tahu akan mendukung Belanda mengatasi masalah film kontroversial ini. Hal ini dinyatakannya saat bertemu perdana menteri Belanda Jan-Peter Balkende di istana presiden di Paris.

Seruan untuk kebangkitan Islam



بسم الله الرحمن الرحيم

WAHAI KAUM MUSLIM, KHILAFAHLAH SATU-SATUNYA YANG AKAN MENGHENTIKAN MULUT JALANG MEREKA TERHADAP ISLAM DAN NABI ISLAM, MUHAMMAD SAW.

Kemarin, Rabu, 27 Februari 2008, Menteri Dalam Negeri Jerman mengeluarkan pernyataan mendukung seluruh surat kabar dan media Eropa untuk kembali memuat kartun penghinaan kepada Rasulullah saw. yang mulia. Beberapa hari sebelumnya, tujuh belas surat kabar Denmark kembali mempublikasikan gambar kartun penghinaan, yang sebelumnya telah dimuat dan disebarkan oleh salah satu surat kabar Denmark sekitar dua tahun lalu. Ini artinya, kedengkian terhadap Islam tidak bisa hanya dinilai sebagai permasalahan media massa yang tidak ada kaitannya dengan pemerintah Barat, sebagaimana yang mereka klaim sebelumnya. Namun, ini juga merupakan permasalahan Barat secara keseluruhan, yang menggelorakan kedengkian lebih membabi buta terhadap Islam dan pemeluknya. Sementara apa yang disembunyikan oleh hati mereka sesungguhnya jauh lebih besar lagi.

Suara kaum Muslim pun benar-benar telah serak, akibat memprotes gambar kartun itu pada saat dipublikasikan. Dan, protes-protes itu pun terus dan terus berlanjut, sebagai bentuk pembelaan mereka kepada Rasulullah saw. Tetapi hasilnya, para penguasa mereka telah memadamkan protes-protes tersebut, dan telah berhasil melemahkan pengaruhnya. Sementara media massa Denmark pun kembali mempublikan gambar kartun tersebut, bukan hanya satu surat kabar, melainkan tujuh belas surat kabar. Bukan hanya itu, bahkan Menteri Dalam Negeri Jerman pun ikut menyerukan seluruh surat kabar Eropa untuk ambil bagian dalam mempublikasikan gambar kartun penghinaan tersebut dengan alasan kebebasan berekspresi. Mereka bohong. Karena itu hanyalah bentuk kedengkian mereka yang mendalam terhadap Islam dan kaum Muslim. Kalau tidak, apakah mereka berani berkata tidak senonoh terhadap kasus Holocaust yang dipublikasikan oleh orang-orang Yahudi, sekalipun mereka mempunyai beribu-ribu satu alasan tentang kebebasan bereskpresi?

Apa sebenarnya yang menyebabkan mereka berani menyepelekan kaum Muslim, menghampiri rumah-rumah mereka, memanjat dinding-dinding mereka, dan menghina hal-hal yang mereka sucikan dengan berani dan lantang, dengan sangat-sangat provokatif, tanpa rasa takut dan gentar sedikit pun?

Sungguh, harga penghinaan terhadap Islam dan Nabi Islam (Nabi Muhammad saw) bagi Barat Kafir adalah harga yang murah, bahkan tidak ada. Jadi, tidak ada resiko apapun yang akan mereka terima, baik secara politik, ekonomi maupun militer:

Surat kabar Denmark jelas telah mempublikasikan gambar kartun pengghinaan kepada Nabi saw. dan itu pun ditegaskan oleh seorang Menteri… Kendati begitu, tidak ada satu pun tindakan pemutusan hubungan diplomatik dengan negara-negara yang melakukan penghinaan itu. Bahkan duta-duta besar mereka tetap saja berada di negeri-negeri kaum Muslim dengan mulia dan terhormat. Sedikit pun kehormatan duta-duta mereka tidak ada yang tercederai. Tidak ada satu pun dari duta mereka yang dipulangkan dengan tidak hormat. Menteri-menteri mereka pun tetap mendapatkan sambutan hangat, padahal orang yang ikut meneriakkannya pun tak jauh dari mereka!

Gambar kartun penghinaan itu pun dipublikasikan, dan hal yang sama pun dinyatakan oleh sang Menteri… Namun, anehnya minyak negeri-negeri kaum Muslim tetap saja menyuplai hajat hidup Barat Kafir yang menghina Islam dan Nabi Islam (Nabi Muhammad saw) itu. Minyak tersebut tidak ada yang dihentikan, atau setidak-tidaknya alirannya dikurangi… Para penguasa kaum Muslim dan antek-antek mereka pun tidak ada yang menarik tabungan mereka dari bank-bank yang membuat perekonomian negara-negara penghina itu menjadi kaya raya!

Gambar kartun penghinaan itu pun dipublikasikan, dan hal yang sama pun dinyatakan oleh sang Menteri… Namun, anehnya pangkalan-pangkalan militer milik musuh-musuh Islam dan kaum Muslim itu pun tetap berkembang dan bahkan bertambah. Tentara-tentara mereka juga tetap saja bisa menetap di negeri-negeri kaum Muslim dengan aman dan nyaman. Artileri-artileri mereka pun masih bisa diluncurkan dari pangkanlan-pangkalan militer tersebut untuk melakukan pembantaian di negeri-negeri kaum Muslim… Pangkalan-pangkalan militer itu juga tidak ada yang ditutup, dan tidak ada seorang pasukan pun yang diusir, bahkan tidak ada satu kata pun yang diarahkan untuk mengecam mereka.

Lalu, apa yang sebenarnya ditakuti Barat Kafir, jika menghina Islam, kitab suci Islam, al-Quran, dan Nabi Islam, Nabi Muhammad saw? Akankah Barat Kafir itu takut kepada para penguasa di negeri-negeri Islam, sementara para penguasa itu membelakangi Islam dan mengabaikan mahkota Islam, yaitu jihad? Bahkan, para penguasa itu jelas telah memerangi Khilafah yang akan mencabut gigi geraham kaum Kafir penjajah. Justru mereka malah berdiri tegak untuk menghadang Khilafah. Mereka juga telah memerangi para pejuang Khilafah. Mereka mengejar-ngejar, menangkap, memenjarakan, dan menyiksa para pejuang Khilafah, hingga mengantarkan mereka menjadi syahid! Masalah bagi para penguasa itu tak lain adalah kursi dan mahkota mereka. Agenda mereka bukanlah menjaga Islam dan kaum Muslim, melainkan kursi kekuasaan, meskipun harus dengan menyia-nyiakan agama dan dunia, serta menghinadinakan negeri dan rakyatnya. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

Apakah Kafir penjajah itu memperhitungkan para penguasa itu barang sedikit pun, sehingga khawatir akan kemarahan, atau setidaknya teguran sopan para penguasa negeri kaum Muslim, agar tidak berani menghina Islam, al-Quran, kitab suci Islam, atau Nabi Islam, Nabi Muhammad saw?

Wahai kaum Muslim
Hanya khilafahlah yang akan mampu menghentikan mulut jalang mereka, sehingga benteng Islam pun tetap terjaga, dan dilindungi oleh tentara Khilafah. Karenanya, tak seorang musuh pun akan berani mendekati bangunan Islam, apalagi memanjatnya. Sebab, yang menjadi agenda Khilafah adalah Islam, bukan kursi dan mahkota… Karena itu, penghinaan terhadap Islam sama dengan mengumumkan perang. Karenanya, Khilafah akan mengerahkan pasukan, rudal, dan artilerinya supaya orang yang ingin menghina Islam itu melupakan niatnya dan melupakan bisikan setan. Bahkan kaum Kafir pun tidak akan pernah berani lagi menghina Islam, karena takut kepada Khilafah dan reaksinya, hingga tidak perlu mengerahkan pasukan!

Sejarah Khilafah jelas telah menunjukkan hal itu. Bukti pemeliharaan Khilafah terhadap Islam dan kaum Muslim jelas nyata sekali, bukan hanya terhadap orang yang menghina Islam dan Nabi Islam, Nabi Muhammad saw. bahkan terhadap penghinaan kepada sesuatu yang lebih ringan dari itu. Kisah seorang wanita yang dihina oleh orang Yahudi di pasar mereka pada zaman Rasulullah saw, dan mereka pun diperangi dan diusir (dari Madinah)… Kisah seorang wanita yang dihina oleh orang Romawi, sehingga Khalifah pun langsung memimpin sendiri pasukan untuk memberi pelajaran kepada orang-orang Romawi hingga terjadilah penaklukan kota Amuriyah… Mereka yang berupaya menyerang makam Rasulullah saw pada masa Khilafah Abbasiyah, yaitu ketika Nuruddin Zanki menjabat sebagai wali (gubernur) Syam pada tahun 557 H, dan atas sepengetahuan Khalifah, Nuruddin pun bertolak ke Madinah untuk menangkap dan membunuh mereka, yakni orang-orang Nasrani yang menyerang makam Nabi saw, sebagai bentuk pembelaan kepada Rasulullah saw. Saat itu mereka, orang-orang Nashrani itu telah menggali lorong dari sebuah rumah yang berada di dekat masjid Rasulullah saw untuk bisa mencapai makam beliau saw.

Bahkan saat Khilafah dalam kondisi lemah sekalipun, Khilafah tetap menjaga Islam dan kaum Muslim. Khilafah tetap mampu menghembuskan ketakutan dalam hati kaum Kafir penjajah. Bernard Saw menyebutkan dalam memoarnya, bahwa pada tahun 1913 M, yaitu pada zaman Khilafah Utsmaniyah sudah lemah, dia dilarang mengeluarkan kisah yang berisi penghinaan kepada Rasulullah saw. Lord Chamberlin melarangnya karena takut terhadap reaksi duta besar Daulah Khilafah Utsmaniyah di London.

Wahai Kaum Muslim
Siapa saja yang mencintai Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk mendirikan Khilafah.

Siapa saja yang perasaannya marah kepada orang yang menghina Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk mendirikan Khilafah.

Siapa saja yang marah karena Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk mendirikan Khilafah.

Siapa saja yang menginginkan Allah mengobati hati orang-orang Mukmin dari perilaku orang yang menghina Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk mendirikan Khilafah.

Siapa saja yang mencintai Rasulullah saw, maka dia harus mengikuti beliau saw. dan berjuang untuk mengangkat seorang Khalifah yang dibaiat, sehingga dia tidak mati dalam keadaan jahiliyah.

«وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً»
Dan siapa saja yang mati sedang dipundaknya tidak ada baiat maka ia mati dengan kematian jahiliyyah (HR. Muslim)

Kemudian siapa saja yang ingin dikumpulkan bersama Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk mendirikan Khilafah.

Begitulah, wahai kaum Muslim, Allah SWT akan menjaga, dengan kekuasaan, sesuatu yang tidak bisa dijaga dengan al-Quran. Maka seribu satu peringatan, dan seribu satu teriakan, serta seribu satu pernyataan… kepada orang yang menghina Rasulullah saw tetap saja tidak akan bisa menandingi sepuluh kata dari seorang Khalifah Mukmin kepada tentaranya untuk menghentikan si penghina yang dilaknat oleh Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin hingga ke akar-akarnya.

﴿ إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُوْنَ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا ﴾
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. (TQS. al-Ahzâb [33]: 57)

Sesungguhnya Hizbut Tahrir meminta bantuan Anda sekalian wahai kaum Muslim agar bersedia membela Rasulullah saw sebagaimana yang Beliau harapkan, sehingga penghinaan kepada Beliau saw itu tidak akan terjadi. Lalu, adakah selain Khilafah yang akan bisa menghalangi penghinaan itu? Sesungguhnya Khilafah adalah perisai dan tameng:

«اْلإِمَامُ ـ الْخَلِيْفَةُ ـ جُنَّةٌ يُتَّقَى بِهِ وَيُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ»
Sesungguhnya seorang imam –Khalifah- adalah perisai, orang-orang akan menjadikannya pelindung dan berperang di belakangnya (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya ini adalah perkara yang serius, tidak main-main, wahai kaum Muslim. Sesungguhnya sesuatu yang bisa menghalangi penghinaan kepada Islam itu sudah jelas, dan bukan sesuatu yang tidak diketahui: yaitu Khilâfah ’alâ minhaj an-nubuwwah —Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Khilafah inilah yang akan melindungi tanah dan kehormatan. Khilafah merupakan kewajiban, bahkan kewajiban yang paling utama. Maka, berjuanglah wahai para pejuang.

إِنَّ فِي هَذَا لَبَلاَغًا لِقَوْمٍ عَابِدِيْنَ
Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah). (TQS. al-Anbiyâ’ [21]: 106)

22 Shafar al-Khayr 1429 H
28 Februari 2008 M

Hizbut Tahrir

Wednesday, March 5, 2008

Ketika Yesus Dilecehkan




Para Pendemo berkumpul diluar gedung BBC, jumat dan Sabtu

Penganut agama manapun pasti tidak senang kalau kesucian agamanya dinodai. Christian Voice-kelompok lobi agama Evangelis di Inggris mengacam akan bertindak sendiri jika aparat penegak hukum di Inggris tidak menindak sebuah acara televisi yang telah melecehkan Yesus dan Bunda Maria.

Christian Voice menilai acara "Jerry Springer: The Opera" sebuah acara musikal yang diadaptasi dari acara televisi AS yang sangat populer di AS, telah melecehkan Kristus dan Perawan Maria. Dalam acara tersebut, Yesus Kristus digambarkan sebagai seorang homoseksual.

Organisasi Kristen Evangelis itu sudah mengajukan gugatan pribadi terhadap pimpinan BBC Mark Thompson dan produsernya Jonathan Today, tapi gugatan itu ditolak di tingkat pengadilan rendah dan tinggi. Gugatan melalui Law Lords-pengadilan tertinggi di Inggris-juga ditolak dengan alasan alasan-alasan hukum yang diajukan pihak Christian Voice tidak kuat.

Penolakan itu membuat Christian Voice marah. "Jelas-jelas Yesus Kristus, Perawan Maria dan Tuhan sedang dilecehkan di atas panggung dan oleh para pekerja televisi bebas dari sanksi hukum, " kata Ketua Christian Voice, Stephen Green.

"Umat Kristen sekarang akan mengambilalih persoalan ini dan akan menanganinya sendiri, " tukas Green.

Kasus ini mencuat bersamaan dengan hangatnya perdebatan mengenai undang-undang untuk kasus-kasus penghinaan. Pemerintah Inggris mengusulkan amandemen Undang-Undang Imigrasi dan Pidana mengganti aturan hukum yang mengatur tentang kasus-kasus penghinaan dan perusakan nama baik. Amandemen ini rencananya akan mulai dibahas minggu depan. (ln/iol/eramuslim)