Thursday, September 18, 2008

Fwd: Fw: INSIDE KA'BAH DAN DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW



INSIDE KA'BAH DAN DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW

Inside Ka'abah


Saudaraku seiman, gambar ini (bagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa bagi kita semua
(terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki gambar seperti ini)..


Silahkan disebarkan ke saudara yg lain.


inside
ilus



Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini...

AIRMATA RASULULLAH SAW...

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan

salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya

masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan

badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan

bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'

'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,'

tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan

pandangan yang menggetarkan.


Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.


'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang

memisahkan pertemuan di dunia..

Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan

tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan

kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.


Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit

dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.


'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah

dengan suara yang amat lemah.

'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh

kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.

'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'

'Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah

berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat

Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh

Rasulullah ditarik.


Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya

menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya

menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.


'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'

Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata

Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak

tertahankan lagi.


'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini

kepadaku, jangan pada umatku.'

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera

mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku'

'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'



Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan

telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.


'Ummatii,ummatii, mmatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'

Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi


Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


NB:

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk

mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan

Rasulnya mencintai kita.


Monday, September 8, 2008

Fwd: Fw: [kisfm] NO TELP CALL MANDIRI PALSU



-Yang punya Mandiri hati2..

============================================================

NO TELP CALL MANDIRI PALSU

Hati-hati terhadap no telp Call Mandiri palsu yang tertempel di mesin ATM Mandiri, Saya hampir saja tertipu dengan no telp tersebut.

Kejadiannya pada tanggal 16 Agustus 2008 jam 16.20 di ATM mandiri Pom Bensin MT. Haryono (sebelum Bank Bukpoin kalau dari arah cawang), pada saat itu Saya bermaksud mengambil uang ternyata pada saat saya masukan kartu ATM ternyata mesin ATM lama merespon dan langsung muncul pesan error jika ATM tersebut untuk sementara tidak dapat digunakan dan kartu ATM Saya tidak keluar.

Setelah diperiksa ternyata posisi kartu ATM tersangkut pas dilubang kartu ATM dan tidak bisa dikeluarkan, tiba-tiba orang yang antri dibelakang Saya masuk pura-pura menanyakan ada apa dan menunjukan no telp yang tertempel di Mesin ATM tersebut dan menyuruh telepon no tersebut (Saya yakin bahwa orang ini juga komplotannya masalahnya langsung menunjuk ke stiker tersebut padahal posisi stiker tersebut tertutup badan Saya dan Dia langsung pergi setelah memberitahu no telp tersebut).

Kemudian Saya telepon nomor tersebut, pada awalnya sebenarnya saya agak curiga karena suara yang mengangkatnya tidak seperti suara customer service tapi karena sudah ingin cepat selesai maka saya ikuti instruksi dari dia.

Pada mulanya dia menyuruh Saya untuk memencet beberapa tombol di Keypad mesin ATM + No Pin ATM Saya yang katanya untuk merestart Mesin ATM dan mengeluarkan Kartu ATM, 1 kali Saya coba gagal dan dia menyuruh agar saya mengulanginya serta tenang dan pelan-pelan dalam memencet tombol tombol dan memasukan No Pin ATMnya. Setelah dicoba lagi ternyata masih tidak bisa.

Kemudian Dia bilang akan membantu mengeluarkan kartu ATMnya dari computer Dia dan untuk itu Saya harus memberitahukan No Pin ATMnya. Kemudian Dia bilang sudah merestart / mengeluarkan kartu ATMnya dan disuruh mengecek apakah sudah keluar kartu ATMnya dan ternyata belum keluar, kemudian Dia pura-pura mengulangi proses tersebut dengan menanyakan No Pin ATMnya kembali (mungkin ini untuk memastikan bahwa No Pin yang Saya berikan sama & benar). Akhirnya Dia memberitahukan bahwa Mesin ATMnya tidak bisa direstart dan akan memblokir Kartu ATM Saya dan meminta data-data seperti Nama, tanggal lahir, alamat dan no telepon yang dapat dihubungi.

Setelah keluar dari mesin ATM, Saya mulai merasa curiga dengan no telp tersebut karena Saya pernah baca email mengenai no telp call center palsu kalau tidak salah dulu itu call center BCA. Kemudian Saya ingat no call center Mandiri yang 14000 dan masuk kembali ke ruang ATMnya, Saya telepon ke 14000 dan menanyakan keaslian no telp tersebut dan ternyata no telp tersebut palsu bukan no telp call center ATM Mandiri. Setelah itu Operator Mandiri meminta jangan meninggalkan mesin ATMnya sebelum proses pemblokiran kartu ATMnya selesai dikarenakan sudah pasti orang tadi akan kembali ke mesin ATM tersebut dan menguras semua uang ditabungan Saya dengan ATM + No Pin yang sudah dipegangnya.

Demikian kejadian penipuan yang hampir menimpa Saya dan semoga menjadi informasi yang berguna. Kesimpulannya jangan sekali-kali memberikan No Pin ATM kepada siapa pun walapun mengaku dari pihak Bank karena petugas Bank tidak pernah meminta No Pin untuk apapun.

Thanks & Regards

Nur Syahrudin

.
Image removed by sender.